Senin, 25 April 2011

METODE MENJINAKKAN BURUNG KENARI DAN FINCH

Bangsa burung yang dapat diajak bermain bukan hanya paruh bengkok,
burung dari bangsa finch (termasuk kenari, mozambique, blackthroat) juga dapat menjadi burung yang dapat dilepas dari sangkarnya dan diajak berinteraksi langsung dengan pemilik.



Bayangkan keuntungan dari penjinakan: Burung lucu yang menggemaskan akan bermanja2 di dekat anda, sambil menyanyikan lagunya yang merdu, dia juga bisa diajak bermain dengan mainan burung seperti lonceng kecil atau bola plastik, kemudian dia bisa dipanggil untuk mendatangi anda, dan bersedia pulang ke sangkarnya sendiri.
Bahkan bila dilihat dari sisi burung, ini memberinya waktu berolahraga agar sehat dan bahagia.

Kebanyakan orang bilang, burung kenari / finch yang jinak pastilah dirawat dari piyik (hand rearing).
Tapi bisa juga burung dijinakkan sendiri dengan tangan (hand taming) dan dengan metode yang benar, akan sama jinaknya.

Sebelum menjinakkan, ada beberapa hal yang harus diingat:
- Mulailah dengan burung muda
Tidak harus piyik, boleh juga bakalan berumur 1 - 6 bulan.
Burung muda lebih mudah beradaptasi dan lebih cepat belajar.
Bukan berarti burung dewasa tidak bisa dijinakkan, hanya saja memakan waktu yang lebih lama.
- Cara berinteraksi
Sebaiknya yang menjinakkan hanya 1 orang, agar burung tidak bingung.
Dan akan lebih baik jika sang pelatih mengenakan baju yang mirip, misalnya kaos putih, setiap kali bertemu.
Saat sedang berinteraksi, selalu ajak burung berbicara.
Hal ini penting, karena bagi burung, suasana sunyi berarti predator datang, selain itu, kalimat2 yang diucapkan bisa dijadikan kode perintah seperti "sini", atau "naik".
- Lama waktu berinteraksi
Tidak harus berinteraksi sampai seharian dengan burung. Karena mereka pasti juga bisa jenuh. Paling bagus adalah di pagi hari saat mereka paling aktif.
1 sesi interaksi berlangsung kurang lebih 10 menit, kemudian istirahat sebentar, lalu lagi.
Hal ini bisa dilakukan 30 menit - 3 jam sehari, tergantung tingkat kesibukan.
- Sabar
Pegang erat kalimat sabar itu subur dan buang jauh2 kalimat sabar ada batasnya.
Selalu ingat, bangsa finch tidak sama dengan paruh bengkok, butuh lebih banyak waktu untuk berhasil menjinakkan mereka.
Akan ada hari2 dimana si burung jenuh / bosan dengan interaksi. Jangan frustrasi karena burung akan makin menjauh.
Jangan kuatir burung tidak akan membenci anda selama anda tidak pernah kasar padanya. Saat2 jenuh ini tidak berlangsung lama, paling lama 3 - 5 hari.
Tetap berinteraksi saja dengan mereka tapi sehari sekali dan sebentar saja.

Sekarang mari kita mulai apa yang harus dilakukan:
Hari hari awal
Saat baru pertama mendapatkan burung, biarlah dia beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Tempatkan sangkarnya di tempat yang tinggi, dan banyak lalu lalang manusia, atau setidaknya lalu lalang pemilik.
Tiap hari ganti alas sangkar, wadah makan dan air, dan jemur seperti biasa. Jangan berinteraksi dulu dengan si burung.
Sebagai pemilik, wajiblah kalau anda mempelajari sifat burung, apa makanan kesukaannya, dan bagaimana kelakuannya saat sedang senang atau stres.
Apabila burung sudah tidak panik dan sudah terbiasa dengan kehadiran anda, barulah proses penjinakan bisa dimulai.

Jinakkan dalam sangkar
Bila tidak ada ruangan tersisa untuk membiarkan burung anda terbang bebas (dibahas nanti), maka dijinakkan dalam sangkarnya menjadi pilihan.
Tiap pagi, saat burung paling aktif dan paling lapar, keluarkan wadah makannya dan biarkan dia lapar beberapa menit.
Kemudian mulailah dengan menyuguhkannya makanan kesukaanya, taruh makanan di ujung jari atau dijepit dengan telunjuk dan jempol.
Yang penting tangan anda tidak terlalu dekat dengan burung, dan burung masih bisa meraih makanan. Pengalaman penulis menggunakan sayur sawi.

Bergeraklah dengan pelan dan lembut, dan jangan banyak bergerak saat tangan di dalam sangkar.
Jika sesi penjinakan hari itu selesai, wadah makan dikembalikan.
Pada hari2 awal wajar jika burung tidak menerima, tapi lama2 pasti akan mendekat karena lapar.
Metabolisme burung finch itu cepat, mereka mudah lapar, dan ini amat membantu dalam penjinakan.

Setelah beberapa hari, jika burung terbiasa diberi makan dengan cara ini, mulailah jauhkan umpannya.
Misalnya dari pengalaman penulis, meletakkan telur rebus atau biji2an di telapak tangan.
Si burung akan belajar untuk meraih makanan itu, dia harus mendarat di tangan anda.
Jika berhasil, usahakan jangan terlalu girang sampai tangan anda tidak stabil. Wajar jika anda senang tapi harap ingat si burung harus merasa tangan anda adalah tempat bertengger yang stabil dan aman.
Sebaiknya dikombinasikan dengan kode "makan", "sini", atau panggil namanya.

Latihan naik jari / tenggeran
Ini cukup penting, untuk dapat mengeluarkan burung keluar sangkar ataupun untuk memanggilnya kembali.
Mulai dengan menggunakan tenggeran kecil, pelan2 dekatkan ke burung yang sedang dalam kondisi tenang.
Dengan lembut sentuhkan ke dada burung. Insting burung adalah untuk selalu berada di tempat atas, membuatnya mau naik ke tenggeran. Ingat, pada awal2 burung tidak mau tapi nanti juga mau.
Sama seperti metode sebelumnya, setiap hari tangan / jari didekatkan pelan2, sampai burung naiknya ke jari dan tidak perlu tenggeran lagi.
Boleh juga dikombinasikan dengan kode "sini", "naik" atau panggil namanya.

Jinakkan di luar sangkar
Banyak orang barat menggunakan metode ini.
Pilihlah kamar yang aman, maksudnya burung tidak bisa kabur, tidak ada benda2 yang berpotensi menyakiti burung, dan tidak banyak gangguan dari luar.
Burung harus sudah menganggap sangkarnya sebagai "rumah"nya yang aman.
Saat awal2 burung bisa diumpan dengan makanan atau tenggeran seperti 2 metode diatas. Saat awal burung pastinya tidak mau keluar atau takut untuk menjelajahi dunia barunya. Tapi sekali lagi, burung pasti belajar untuk berani.
Metode yang ini cocok bila anda punya banyak waktu luang. Teruslah berada di ruangan yang sama, bacalah buku, atau main2lah dengan sesuatu yang lain, yang penting tunjukkan padanya anda tidak berbahaya.
Ada baiknya makanannya diletakkan dekat anda sehingga dia akan mau mendekat saat lapar.

Saat hari sudah mulai malam, mulai latih burung agar mau kembali ke kandang secara otomatis.
Letakkan makanan kesukaannya di dalam sangkar untuk memancingnya (sangkar sebaiknya ditaruh di tempat tinggi).
Anda juga bisa memancingnya dengan kode bila sudah anda ajarkan padanya.
Bila belum diajarkan kode, tidak apa, burung boleh ditangkap dengan jala lembut di ruangan yang sudah digelapkan,
atau menggunakan bahasa tubuh burung, yaitu dengan muka anda menunjuk ke sangkar berkali2.
Lama2 burung akan terbiasa kembali sendiri ke sangkar.

Demikian metode menjinakkan burung bangsa finch. Sumbernya dari berbagai buku dan situs luar negeri, dibarengi pengalaman sendiri.
Semoga sukses.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar